Pemanfaatan Tempe sebagai Bahan Baku Pembuatan Kecap Tradisional di Lingkungan Sekolah

Pemanfaatan Tempe sebagai Bahan Baku Pembuatan Kecap Tradisional di Lingkungan Sekolah

Tanggal Terbit

Durasi Baca

2 menit

Total Views

64 Kali

Smart Summary

Intisari & Insights

Lensa- Pada hari Sabtu 16 Mei 2026 telah dilakukan praktik pembuatan kecap sebagai sarana pembelajaran siswa/siswi kelas X, untuk mata pelajaran Biologi di SMA ...

Lensa- Pada hari Sabtu 16 Mei 2026 telah dilakukan praktik pembuatan kecap sebagai sarana pembelajaran siswa/siswi kelas X, untuk mata pelajaran Biologi di SMA Trensains. Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan membangun kerjasama serta memberikan wawasan baru kepada setiap siswanya berupa proses pembuatan kecap dengan mendatangkan narasumber yang profesional pada bidang ini.

Mula mula diadakan sosialisasi terlebih dahulu dengan narasumber yang telah diundang oleh sekolah melalui Ustadzah Zuhriatul Fitriah sebagai guru mata pelajaran Biologi kelas X. Pada sosialisasi ini seluruh siswa diberitahu prosedur pembuatan kecap dari awal sampai akhir dengan metode alternatif yang telah dikembangkan oleh narasumber selama beberapa tahun lalu dan menghasilkan produk kecap yang kemudian dapat diperjual belikan secara massal oleh siapapun.

Kecap yang telah dikembangkan oleh narasumber terdiri dari tempe dan gula merah sebagai bahan baku utama. Tempe digunakan sebagai bahan alternatif dari kedelai putih yang masih perlu diolah kembali pada metode tradisional untuk pembuatan kecap. Penggunaan tempe sebagai pengganti kedelai putih sebagai bahan baku utama menjadikan proses pembuatan lebih efektif dari metode tradisional yang pada umumnya membutuhkan waktu 3-6 bulan menjadi hanya 2 minggu.

Setiap kelompok memiliki ciri khas bahan baku yang berbeda, yakni gula merah yang telah disiapkan dari rumah didapat di wilayah yang berbeda serta penggunaan tambahan rempah yang sudah didapat dari sosialisasi sebelumnya. Hal ini dilakukan agar setiap produk akhir siswa yakni kecap memiliki rasa khasnya masing-masing. Praktik ini menghasilkan kurang lebih 32 kecap dengan rasa yang berbeda dari seluruh kelompok yang ada.

Kecap yang dihasilkan kemudian dikonsumsi secara pribadi oleh tiap siswa/siswi yang bersangkutan. Kegiatan ini berlangsung selama sehari dan bertempat di ruang kelas X SMA Trensains, dengan kondusif tanpa adanya hambatan yang serius.

Pewarta : Auliadya Rahma Az Zahra XI-6

Cerita Terkait

Lihat Semua Warta
Tautan berhasil disalin!
Halo Ayah/Bunda, ada yang bisa dibantu?