Kuliah umum di SMA Trensains Tebuireng menjadi wadah bagi siswa untuk memperluas wawasan sains, menambah pengetahuan, serta memperoleh inspirasi dari berbagai perspektif ilmiah.
Lensa— Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-12 SMA Trensains Tebuireng menggelar kuliah umum sekaligus refleksi pada Minggu, 23 Agustus 2026. Kegiatan kuliah umum yang dimulai pukul 07.30 WIB di masjid Sholahuddin Al-Ayyubi diikuti oleh seluruh civitas Trensains, mulai dari santri, karyawan, dan guru.
Kuliah umum tersebut menghadirkan Prof. Agus Purwanto,D.Sc., Guru Besar Fisika Teori Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Tema yang diusung pada kegitan tersebut yaitu,“Refleksi Berdirinya 12 Tahun SMA TRENSAINS TEBUIRENG .” Dalam pemaparan Beliau, Prof. Agus mengajak santri untuk melihat perkembangan konflik di Timur Tengah, khususnya persoalan Israel dan Palestina yang hingga kini masih menjadi perhatian dunia.
Pembahasan tidak hanya mengenai konflik, tetapi juga bagaimana sains dan teknologi memiliki peran besar dalam peperangan modern. Perkembangan teknologi militer, informasi, dan berbagai inovasi menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dapat memberikan dampak besar bagi kehidupan manusia. Karena itu, penguasaan sains perlu diimbangi dengan nilai kemanusiaan dan tanggung jawab moral.
Selain membahas isu global, Prof. Agus juga menceritakan sejarah berdirinya SMA Trensains Tebuireng. Gagasan Trensains lahir dari pertemuan pemikiran Prof. Agus Purwanto dan KH. Salahuddin Wahid (Gus Sholah) untuk menghadirkan pendidikan yang memadukan Al-Qur’an dan sains. Prof. Agus juga memaparkan sejarah dan semangat berdirinya Trensains sebagai ruang yang mempertemukan tradisiNahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Menurutnya, perbedaan tidak menjadi penghalang untuk bersatu dalam bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan. Melalui Trensains, semangat kolaborasi tersebut diwujudkan dengan memadukan nilai-nilai keislaman serta pengembangan sains.
Trensains kemudian diresmikan pada 23 Agustus 2014. Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan tradisi keilmuan pesantren dengan penguasaan sains modern.
Dalam sesi tanya jawab, santri menunjukkan antusiasme dengan mengajukan berbagai pertanyaan kritis mengenai konflik, perkembangan teknologi, serta hubungan sains dan agama. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh Prof. Agus Purwanto.
Melalui kegiatan ini, peringatan 12 tahun SMA Trensains Tebuireng menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan sekolah sekaligus memperluas wawasan santri terhadap persoalan dunia. Santri diharapkan mampu berpikir kritis, memahami perkembangan zaman, serta menggunakan ilmu pengetahuan dengan tetap berlandaskan nilai keislaman dan kemanusiaan.
Pewarta : Najwa Azkia XII SAINS - 7