BUMI HARSA 
AKTUALISASI LELUHUR DALAM KARYA

BUMI HARSA AKTUALISASI LELUHUR DALAM KARYA

Tanggal Terbit

Durasi Baca

3 menit

Total Views

0 Kali

Bumi Harsa Vol 2 melanjutkkan agenda bumi Harsa yang pertama. Agenda ini merupakan aktualisasi seni bagi santri untuk mengingat tanah kelahiran yang penuh dengan seni.

Bumi Harsa adalah sebuah pentas seni yang diselenggarakan di SMA Trensains Tebuireng, tempat yang niscaya kelak melahirkan ilmuwan ilmuwan hebat masa depan. Bumi Harsa Lahir pada 23 Agustus 2025. Bumi Harsa dicetuskan oleh santri angkatanAltherion, generasi 10 bernama Abiyyu Tsani Siswanto. Bumi Harsa lahir melalui prakarsa agar kelak generasi penerus bangsa ini tak hanya cerdas namun, juga senantiasa mengingat  tanah tempat ia dilahirkan, belajar, dan bermimpi. Bumi Harsa diharapkan dapat menjadi sebuah ingatan yang baik untuk santri yang kelak pastinya mengemban tanggung jawab untuk menjadi seorang hebat di masa depan tanpa melupakan negeri tempatnya tinggal yang menanti untuk dibangun dan dimajukan. Melalui tampilan kreasi budaya hasil dari kreativitas santri. Semoga pada kemudian hari dapat mendampingi siswa dalam meniti tangga masa depan dengan tetap mengingat “rumah”nya.

Bumi Harsa merupakan sebuahpoint of viewdari kebudayaan negeri yang tampak bahwa kian kemari kian terkikis. Tentunya hebat dan cerdas tak cukup kiranya dalam membentuk karakter santri di masa depan, karena apalah arti jika kacang lupa kepada kulitnya. Selayaknya orang tua yang menanti anak anaknya pulang dari pondok menjadi seorang yang bermanfaat, maka ibu pertiwi pun tak jauh beda dalam menanti anak-anak bangsa yang kelak membawanya menjadi maju dan sejahtera. Semoga dimasa depan ilmuwan ilmuwan abad ke-21 ini dapat membawa masyarakat sekitarnya memiliki SDM dengan mutu yang berkualitas serta bermoral sesuai dengan norma kebudayaan yang telah ditanamkan sejak dahulu.

Korelasi antara Bumi Harsa dan sains tentu menjadi sebuah pertanyaan besar. Bagaimana kebudayaan dapat berkaitan dengan peradaban sains? Bumi Harsa tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan kebudayaan, tetapi juga menjadi sarana untuk melihat bagaimana kebudayaan dapat melahirkan rasa ingin tahu dan pengetahuan. Dari kebiasaan manusia mengamati alam, membaca langit, hingga memahami lingkungan sekitarnya, lahirlah berbagai pengetahuan yang kemudian berkembang seiring perjalanan peradaban manusia. Tentunya siswa di sini tidak asing dengan para filsuf Yunani yang turut meletakkan dasar penting dalam perkembangan cara berpikir rasional. Mereka memulai dengan pertanyaan-pertanyaan mendasar, mulai dari hakikat Tuhan hingga bagaimana susunan jagat raya. Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut muncul dorongan untuk mencari jawaban melalui pengamatan dan pemikiran yang sistematis. Hal ini menunjukkan bahwa rasa ingin tahu dan keberanian untuk mempertanyakan sesuatu merupakan salah satu bagian penting dalam perjalanan menuju perkembangan sains.. Maka dari itu, korelasi antara sains dan budaya setempat sangatlah erat. Keduanya tidak berjalan secara terpisah, melainkan saling memengaruhi dalam perjalanan peradaban manusia. Kebudayaan dapat menjadi tempat lahirnya berbagai pengetahuan melalui pengalaman dan pengamatan manusia terhadap lingkungan, sementara perkembangan sains juga dapat membantu manusia memahami kembali kebudayaan dan lingkungan di sekitarnya.

Maka dari itu, Bumi Harsa berperan sebagai jembatan antara kebudayaan dan sains, dengan menunjukkan bahwa pengetahuan berakar dari rasa ingin tahu, pengalaman, pengamatan alam dan kebudayan masyarakat. Hingga kedepannya diharapkan Bumi Harsa bisa terus eksis dan membawa dampak yang baik bagi siswa SMA Trensains Tebuireng. Semoga Acara pada pagi hari ini dapat berjalan dengan lancar dan semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari acara pagi hari ini.BUMI HARSA….. MENYALA DALAM KARYA. TRENSAINS…… EXCELLENT IN QURAN AND SAINS.

Bumi harsa kreativitas seni karya seni

Cerita Terkait

Lihat Semua Warta
Tautan berhasil disalin!
Halo Ayah/Bunda, ada yang bisa dibantu?